|
Ada saat menanam, dan giliran memanen. Saat melaunching Visit Lombok Sumbawa 2012, di Senggigi bulan Juli 2009, Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, sempat menyemai bibit mutiara. Kini, bersamaan dengan berlangsungnya acara Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2010, di Senggigi tanggal 6 Mei, Presiden dan Ibu Negara dijadwalkan memanen mutiara. Presiden SBY akan membuka festival mutiara berskala internasional itu. Perhelatan akbar itu dirangkai dengan pembukaan pasar wisata dunia ”Indonesia MICE and Corporate Travel Mart” (IMCTM) di Hotel Santosa Senggigi, Lombok Barat. ”Presiden akan memanen mutiara di Lombok,” kata Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, April (Kamis, 22/3).
Even LSPF merupakan lelang mutiara terbuka berskala besar. Ini merupakan upaya mengalihkan pasar mutiara ke dalam negeri, setelah sebelumnya bergantung pada pasar luar negeri seperti Hongkong, Taiwan dan India. Seperti diketai, Indonesia -- khususnya Lombok dan Sumbawa – merupakan penghasil mutiara terbesar di dunia yang mempunyai kualitas terbaik. Inilah salah satu alasan dipilihnya NTB menjadi penyelenggara festival. Tentu saja, kegiatan festival mutiara itu juga dijadikan pendongkrak kunjungan wisata ke Lombok dan Sumbawa. Sebab mutiara merupakan salah satu daya tarik dan merupakan icon NTB. ”Mutiara tlah menjadi budaya masyarakat NTB,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Drs H Lalu Gita Aryadi, Msi. Ke depan, pihak Disbudpar NTB akan menyelenggarakan acara rutin atraksi budaya yang bertemakan mutiara, sebagai bagian wisata mutiara dan malam lelang produk mutiara. Saat ini hampir semua petani budidaya mutiara tengah menunjukkan tren positif, baik dari penigkatan kualitas maupun kuantitas. Usaha budidaya mutiara tidak lagi didominasi pengusaha asing, tapi telah dikembangkan dalam skala kecil oleh masyarakat stempat. Masyarakat sudah mampu alih tehnologi dalam mengembangkan mutiara. Acara IMCTM akan mempertemukan buyers dan seller baik dari dalam maupun luar negeri. Acara ini merupakan hasil dari TIME tahun 2009 yang akan menghadirkan stakeholder usaha wisata dari mancanegara. ”Beberapa bulan ke depan akan ada acara yang kembali kita gelar untuk mendongkrak angka kunjungan wisata,” kata Lalu Gita Aryadi. Sebagai catatan, bulan ini Lombok menjadi tuan rumah pertemuan wisata Asia Pasifik. Kunjungan kapal pesiar yang akan singgah di NTB hinga akhir tahun ini ada 25 trip.
|