|
Kelompok sadar Wisata yang tergabung dalam Gabungan Pecinta Alam (GPA) desa Santong, Kecamatan Kayangan, dibentuk karena kebutuhan ditunjang berbagai potensi, baik berupa sumber daya alam, maupun budaya yang cukup menunjang. Diwilayah kecamatan Kayangan, selain panorama alam berupa air terjun dan bendungan di Desa Santong, yang sangat mendukung, juga terdapat peninggalan budaya berupa masjid kuno dan kampu di desa sesait, Gumantar. Pernyataan ini disampaikan ketua Pokdarwis Taufikurrahman, ST saat menghadirkan Bupati KLU Drs. Ridwan Hidayat meresmikan berdirinya organisasi Pokdarwis Desa Santong.
Senada dengan camat Kayangan Kertadi Haris, SH, ketika menyampaikan sambutannya. Selain membenarkan penyampaian ketua Pokdarwis, ia juga menyebutkan kondisi wilayahnya yang sangat berpotensi untuk tujuan tamu wisata, baik local maupun mancanegara. Diwilayah kekuasaan Kertadi Haris, terdiri dari delapan desa dan Sembilan puluh dusun dengan berbagai potensi hasil perkebunan, pertanian serta potensi panorama alam yang sangat menunjang untuk dijadikan sebagai tujuan wisata. Ia mengharapkan dukungan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata untuk mengupayakan penataan dan pengelolaan beberapa sumber air terjun Tiu Teja dan Sekepet sebagai tempat tujuan wisata. Begitu pula dengan bendungan santong, selain tempatnya yang sangat strategis, juga dari bendungan ini kita dapat melihat luasan pantai dan tiga gili yang ada di wilayah KLU. Bupati Drs. Ridwan Hidayat, didampingi Kadis Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi Eko Suranto, SH.MH dan Kadis Dikpora Drs. Subartono menyambut positif kegiatan pokdarwis ini terkesan sederhana, namun penuh karya. Terbukti dengan berbagai kegiatan yang selama ini berlangsung, sehingga dihajatkan lagi beberapa program yang dapat menarik perhatian wisatawan. Kaitannya dengan rencana pokdarwis untuk menjadikan air terjun santong sebagai bagian dari tujuan wisata sangat kami dukung. KLU saat ini sedang membangun insprastruktur baik berupa sarana jalan raya, listrik, perkantoran dan lain-lain untuk menunjang apa yang menjadi harapan masyarakat sebagaimana disampaikan ketua pokdarwis. Kami mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga pencitraan yang baik dalam rangka menujun percepatan pembangunan di wilayah KLU, termasuk pembangunan jalan lingkar berbentuk spiral melalui lereng bukit yang menghubungkan wilayah daerah satu dengan yang lain, katanya. Sumber: NTB Post, 29 Januari 2010
|