|
Upacara Adat Hanta U’a Pua, |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 28 March 2011 05:33 |
|
Upacara adat Hanta U’a Pua yang diselenggarakan kembali kali ini, memberikan arti tersendiri bagi masyarakat Bima terutama Majelis Adat Dana Mbojo. Bagaimana tidak, menurut Hj. Siti Maryam, Ketua Majelis Adat ini, sejak tahun 1950-an saat peralihan pemerintahan dari Kesultanan menjadi Pemerintahan Swapraja, kegiatan ini sempat terhenti dan tidak mampu sepenuhnya dihidupkan kembali. Usaha menghidupkan kembali tradisi ini bukannya tidak pernah dicoba, namun terbentur kendala karena situasi politik yang menggesek, tarik ulur. “Pernah dicoba sekali di tahun 1980-an dan sekali di tahun 1990-an, serta tahun 2003 lalu” kata Siti Maryam.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 12 August 2010 00:10 |
|
Ada saat menanam, dan giliran memanen. Saat melaunching Visit Lombok Sumbawa 2012, di Senggigi bulan Juli 2009, Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, sempat menyemai bibit mutiara. Kini, bersamaan dengan berlangsungnya acara Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2010, di Senggigi tanggal 6 Mei, Presiden dan Ibu Negara dijadwalkan memanen mutiara. Presiden SBY akan membuka festival mutiara berskala internasional itu. Perhelatan akbar itu dirangkai dengan pembukaan pasar wisata dunia ”Indonesia MICE and Corporate Travel Mart” (IMCTM) di Hotel Santosa Senggigi, Lombok Barat. ”Presiden akan memanen mutiara di Lombok,” kata Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, April (Kamis, 22/3).
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 10 August 2010 02:27 |
|
Songket dan Tenun merupakan salah satu cinderamata khas Lombok, Sumbawa dan Bima, sebab seni kerajinan tenun ini diwarisi dari turun temurun , salah satunya desa Sukarare juga terdapat sentra-sentra kerajinan tenun dengan motif dan jenis serta bahan yabg berbeda sehingga di Nusa Tenggara Barat sangatlah kaya dengan ragam corak dari songket tenun, karena kalau ditelusuri secara cermat masing-masing kabupaten/ kota di Nusa Tenggara Barat terdapat tenunan khasnya.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Gendang Beleg merupakan tari tradisional dan musik orkestra yang berkembang di Lombok. Disebut Gendang Beleq karena penari menggunakan gendang berukuran besar ( sasak : beleq = besar ) sebagai property atau salah satu alat musiknya adalah gendang yang ukurannya sangat besar dibandingkan dengan gendang pada umumnya, dan dapat dimainkan sambil berjalan atau duduk. Gendang Beleq biasanya terdiri dari dua buah gendang yaitu ” gendang mama” (gendang laki – laki) dan ”gendang nina” ( gendang perempuan), dimana suara gendang mama lebih nyaring dari suara gendang nina.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 59 |