.:: Info Disbudpar NTB ::.
|
Batek baris sebagai salah satu tari tradisional Lombok, pada awalnya merupakan tari panji dan tari batek. Tari ini diperkirakan ada pada saat penjajahan belanda. Tidak diketahui siapa penciptanya yang pasti tari ini akhirnya menjadi satu bentuk yang disebut batek baris yang terdiri dari 3 tarian pokok yaitu betek, tari panji dan tari baris. Kemudian ditambah satu tari lagi yang disebut tari punakawan. Kata batek sinonim dengan kata pasek yang berarti paku/penguat yang diartikan sebagai pemimpin. Yang didampingi 3 orang penari yaitu pemakai gelung pepanjen yang disebut panji dan seorang punakawan memakai ikat kepala. Panji dan punakawan masing-masing berperan sebagai pengawal pribadi atau patih dan abadi. Batek, panji dan punakawan yang ditarikan semua oleh wanita yang berperan sebagai lelaki, sedangkan baris seluruhnya ditarikan oleh laki-laki dewasa. Penyajian batek baris biasanya diiringi oleh seperangkat alat music yang disebut Gamelan tambur, yang terdiri dari tambur gendang kodeq, gong/boq-boq, rincik, redep, suling kajar dan kenot.
|
|
Last Updated ( Friday, 21 October 2011 02:26 )
|
|
Read more...
|
|
|
Upacara Adat Hanta U’a Pua, |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 28 March 2011 05:33 |
|
Upacara adat Hanta U’a Pua yang diselenggarakan kembali kali ini, memberikan arti tersendiri bagi masyarakat Bima terutama Majelis Adat Dana Mbojo. Bagaimana tidak, menurut Hj. Siti Maryam, Ketua Majelis Adat ini, sejak tahun 1950-an saat peralihan pemerintahan dari Kesultanan menjadi Pemerintahan Swapraja, kegiatan ini sempat terhenti dan tidak mampu sepenuhnya dihidupkan kembali. Usaha menghidupkan kembali tradisi ini bukannya tidak pernah dicoba, namun terbentur kendala karena situasi politik yang menggesek, tarik ulur. “Pernah dicoba sekali di tahun 1980-an dan sekali di tahun 1990-an, serta tahun 2003 lalu” kata Siti Maryam.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 12 August 2010 00:10 |
|
Ada saat menanam, dan giliran memanen. Saat melaunching Visit Lombok Sumbawa 2012, di Senggigi bulan Juli 2009, Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, sempat menyemai bibit mutiara. Kini, bersamaan dengan berlangsungnya acara Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2010, di Senggigi tanggal 6 Mei, Presiden dan Ibu Negara dijadwalkan memanen mutiara. Presiden SBY akan membuka festival mutiara berskala internasional itu. Perhelatan akbar itu dirangkai dengan pembukaan pasar wisata dunia ”Indonesia MICE and Corporate Travel Mart” (IMCTM) di Hotel Santosa Senggigi, Lombok Barat. ”Presiden akan memanen mutiara di Lombok,” kata Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, April (Kamis, 22/3).
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 32 |